Wako Pekanbaru Paparkan Laporan PPK UEK-SP se-Kota Pekanbaru, UEK Fajar Kehidupan Raih Peringkat Terbaik Tahun Buku 2025

PEKANBARU, (BA) — Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyampaikan laporan perkembangan Program Pemberdayaan Kelurahan (PPK) melalui Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) se-Kota Pekanbaru. Program tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai salah satu instrumen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Penyampaian laporan tersebut disampaikan Wako Agung dalam kegiatan Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2025 UEK-SP Fajar Kehidupan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, pada Kamis (22/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Wako menjelaskan bahwa UEK-SP dibentuk sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat melalui mekanisme simpan pinjam yang dikelola langsung oleh warga. Tujuan utamanya adalah mendorong peningkatan kesejahteraan, membuka peluang usaha, serta menciptakan kemandirian ekonomi di lingkungan kelurahan.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung produktivitas warga berpenghasilan rendah, membantu menyerap tenaga kerja sektor informal, hingga memberikan perlindungan masyarakat dari praktik pinjaman tidak sehat seperti rentenir.

“UEK-SP hadir untuk memberikan akses permodalan yang mudah, adil, dan dikelola secara transparan oleh masyarakat. Program ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi kelurahan secara nyata,” ujar Agung.

Wako juga menegaskan bahwa pola pengelolaan dana hibah kelurahan melalui UEK-SP mendorong prinsip kebersamaan dan gotong royong, serta memiliki karakteristik yang sejalan dengan sistem koperasi dalam mengembangkan usaha mikro.

UEK-SP Fajar Kehidupan Catat Perguliran Dana Rp16,304 Miliar

Dalam laporan tersebut, Wali Kota turut memaparkan salah satu UEK-SP yang dinilai mencatatkan capaian sangat baik, yakni UEK-SP Fajar Kehidupan yang berada di Kelurahan Muara Fajar Timur.

Hingga tahun 2025, total perguliran dana UEK-SP Fajar Kehidupan tercatat mencapai Rp16,304 miliar. Sementara jumlah masyarakat yang memanfaatkan program ini mencapai 1.411 orang, terdiri dari 876 laki-laki dan 535 perempuan.

Adapun total perguliran dana simpan pinjam (SP) dilaporkan mencapai Rp8,90 miliar, dengan jumlah pemanfaat sebanyak 1.092 orang, terdiri atas 576 laki-laki dan 516 perempuan.

Dari sisi kinerja keuangan, tingkat pengembalian dana atau Non-Performing Loan (NPL) menunjukkan hasil yang sangat tinggi. UEK mencatat angka pengembalian sebesar 99,85 persen, sedangkan simpan pinjam (SP) mencapai 99,81 persen. Selain itu, total tabungan pemanfaat UEK-SP Fajar Kehidupan juga telah mencapai Rp1,935 miliar.

SHU 2025 Capai Rp184,9 Juta, Raih Peringkat Pertama se-Pekanbaru

Wako Agung menyampaikan bahwa pada tahun buku 2025, UEK-SP Fajar Kehidupan membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp184.952.236. Berkat capaian tersebut, UEK-SP Fajar Kehidupan berhasil meraih peringkat pertama se-Kota Pekanbaru.

Rincian capaian tersebut meliputi SHU UEK sebesar Rp67.587.780 serta SHU simpan pinjam sebesar Rp117.364.456.

“Dengan capaian tersebut, UEK-SP Fajar Kehidupan menjadi yang terbaik se-Kota Pekanbaru pada tahun buku 2025,” jelas Wako.

Berdiri Sejak 2005, Dana Awal Rp500 Juta Berkembang Jadi Rp971,5 Juta

Di tempat yang sama, Ketua UEK-SP Fajar Kehidupan Yusak menjelaskan bahwa lembaga ekonomi kelurahan tersebut telah berdiri sejak tahun 2005 dengan bantuan awal dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp500 juta.

“Dana awal tersebut terus berkembang dan hingga 2025 meningkat menjadi Rp971,5 juta, serta masih terus digulirkan kepada masyarakat,” ungkap Yusak.

Selama tahun 2025, pihaknya menyalurkan dana sebesar Rp2,3 miliar ke berbagai sektor usaha, seperti pertanian, perdagangan, perkebunan, industri kecil, pinjaman konsumtif, hingga kredit barang. Dari seluruh sektor tersebut, usaha perdagangan menjadi sektor yang paling dominan.

Jumlah pemanfaat aktif pada tahun 2025 tercatat sebanyak 503 orang, dengan saldo pinjaman mencapai Rp919,5 juta, serta tingkat pengembalian yang tetap terjaga di angka 99,89 persen.

Selain mengalami peningkatan dari sisi penyaluran dana, SHU bersih UEK dan SP pada tahun 2025 juga mengalami lonjakan signifikan. Total SHU sebesar Rp184,95 juta meningkat sekitar Rp44,51 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepercayaan Anggota Tinggi, Total Simpanan Capai Rp2,35 Miliar

Yusak juga menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UEK-SP Fajar Kehidupan terus menguat. Hal itu terlihat dari total simpanan anggota yang telah mencapai Rp2,35 miliar, yang berasal dari simpanan anggota, simpanan wajib, serta simpanan sukarela.

Tidak hanya fokus pada bidang ekonomi, UEK-SP Fajar Kehidupan juga menjalankan fungsi sosial. Sepanjang tahun 2025, lembaga ini menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu berupa 30 paket sembako yang dibagikan kepada seluruh rukun warga.

Dari sisi operasional, pengelola juga terus melengkapi sarana dan inventaris pendukung, mulai dari peralatan kantor hingga fasilitas keamanan. Meski demikian, pengelola mengakui masih terdapat tantangan dalam bentuk tunggakan pinjaman, baik pada layanan UEK maupun simpan pinjam.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola menerapkan langkah persuasif dan administratif, seperti pengiriman surat peringatan hingga pengawasan terhadap agunan pemanfaat yang belum memenuhi kewajiban pembayaran.

“Tahun ini, UEK-SP Fajar Kehidupan juga merencanakan pengembangan seperti peningkatan kredit barang, penguatan pinjaman konsumtif, serta membuka tabungan kurban dan umrah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *