LKPj 2024, Sekdako Indra Pomi Sampaikan Pandangan Pemko Pekanbaru

PEKANBARU – Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, ST, M.Si, memberikan tanggapan pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Pekanbaru Tahun Anggaran (TA) 2024.

Tanggapan pemerintah tersebut disampaikan dalam rapat paripurna ke-4 masa persidangan ke-2 tahun sidang 2023/2024 dengan agenda jawaban pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2024 dan penetapan LKPj DPRD Kota Pekanbaru, Senin (25/3).

baca juga Festival Kolaborasi Sejuta Cinta, Kemenag Salurkan 1,5 Juta Paket Ramadan

Rapat paripurna yang digelar di ruang paripurna Balai Raya Payung Sekaki ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pekanbaru M. Sabarudi, didampingi oleh tiga orang wakil ketua yaitu Ginda Burnama, Tengku Azwendi Fajri dan Nofrizal.

Usai paripurna, Sekdako Indra Pomi mengatakan bahwa kelompok-kelompok politik secara umum telah mengajukan beberapa pertanyaan tentang LKPj 2023.

“Pertanyaan pertama adalah tentang PAD (pendapatan asli daerah). Mereka (DPRD) meminta kami untuk lebih fokus pada peningkatan PAD di masa mendatang,” katanya.

Ada juga pertanyaan mengenai capaian program RPJMD 2017-2027.

“Tadi sudah kami jawab bahwa capaiannya secara umum sudah 81 persen,” kata Indra.

Ada juga kelompok yang mengajukan pertanyaan tentang infrastruktur jalan, perbaikan drainase dan penanganan banjir.

“Untuk masalah banjir, kami jelaskan bahwa kami sudah memiliki master plan. Kami hanya perlu mengimplementasikannya dan kemudian berkoordinasi dengan pihak berwenang di tingkat pusat dan provinsi karena ada begitu banyak dataran banjir yang tersebar di berbagai otoritas, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat,” kata Indra.

Selain PAD, RPJMD dan infrastruktur, program-program prioritas pemerintah kota Pekanbaru, termasuk layanan kesehatan on-call, layanan kesehatan primer, santunan kematian, beasiswa dan subsidi bunga pinjaman bank untuk UMKM, juga dipertanyakan.

“Secara keseluruhan bisa dikatakan berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Indra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *