Wapres Gibran Dorong Mahasiswa Kuasai AI hingga Blockchain agar Mampu Bersaing di Era Transformasi Digital

Nasional17 Dilihat

JAKARTA, (BA) — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming mengajak mahasiswa untuk memperkuat kemampuan di bidang teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), blockchain, dan robotika. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting agar generasi muda Indonesia mampu beradaptasi dan bersaing di tengah arus transformasi global yang semakin cepat.

Pesan tersebut disampaikan Wapres dalam talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” yang berlangsung di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, pada Senin (26/1/2026). Dalam kesempatan itu, Wapres menekankan pentingnya pengenalan teknologi sejak dini, khususnya pada generasi muda yang akan menjadi aktor utama pembangunan nasional di masa depan.

Wapres menilai, kemajuan teknologi akan memengaruhi berbagai sektor kehidupan. Karena itu, mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan pengetahuan teori, tetapi juga keterampilan praktis seperti coding, kemampuan analisis, serta cara berpikir berbasis solusi.

“AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan ini sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujar Wapres.

Selain menyoroti penguatan kompetensi generasi muda, Gibran juga menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital harus terus diperkuat. Ia menilai, ketersediaan jaringan menjadi fondasi utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi digital.

“Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G,” katanya.

Wapres menambahkan, selain membangun infrastruktur jaringan, Indonesia juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia merupakan potensi besar, namun harus diimbangi dengan penguatan kapasitas anak muda agar dapat menjadi kekuatan produktif dalam era digital.

“Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wapres juga menyinggung bahwa teknologi digital kini telah diterapkan dalam berbagai layanan publik untuk mempermudah masyarakat. Ia menyebut sejumlah contoh sistem digital pemerintah yang telah berjalan, seperti OSS (Online Single Submission) dan e-Katalog, serta sistem yang akan dikembangkan ke depan.

“Sekarang untuk pelayanan publik ada OSS, e-Katalog, dan sebentar lagi Cortex. Semuanya menggunakan teknologi terkini untuk mempermudah masyarakat,” jelasnya.

Menurut Wapres, teknologi AI sebenarnya sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari dan dimanfaatkan masyarakat, meskipun sering kali tidak disadari. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat dan generasi muda semakin peka serta mampu mengikuti perkembangan teknologi secara bijak dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *