Jakarta, BA – Kegiatan Pelatihan Seni Budaya yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2026, diikuti oleh 240 peserta secara bertahap. Pelatihan tersebut berlangsung di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Pusat, Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang.
Kasudin Kebudayaan Jakarta Pusat, Andri Ferdian, menjelaskan bahwa pelatihan empat cabang seni ini dibagi ke dalam delapan sesi, dengan setiap sesi diikuti 30 peserta yang terdiri dari anak-anak muda dan pelajar. Program ini meliputi pelatihan seni tari, musik, teater, dan sastra yang akan digelar sepanjang tahun.
“Jadi, total ada 240 peserta yang akan mengikuti pelatihan,” ujar Andri.
Pelatihan seni budaya ini, tegas Andri, tidak dipungut biaya alias gratis serta dibimbing oleh instruktur profesional dan kompeten di bidangnya.
“Kami berharap peserta pelatihan dapat terus mengembangkan bakatnya dan menemukan jati diri dalam berkesenian,” tambahnya.
Selain seni tari, musik, teater, dan sastra, lanjut Andri, pihaknya juga membuka pelatihan membatik Betawi untuk 30 penyandang disabilitas. “Pelatihan membatik ini kami khususkan bagi penyandang disabilitas,” tandasnya.
Saat ini, banyak generasi muda yang mulai kurang mengenal budaya daerahnya sendiri. Masuknya budaya asing melalui media sosial dan hiburan digital membuat tradisi lokal perlahan tergeser.
Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga agar kebudayaan tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, pemanfaatan media digital juga menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan kebudayaan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Pelestarian kebudayaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan mengenal, mencintai, dan mempraktikkan budaya lokal, warisan leluhur dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
(Zahira Maharani Putri – Universitas Ibnu Chaldun)







