Fokus Bakat dan Mindset, Bina Mitra Wahana Cetak Prestasi Di POSI

Pekanbaru, (BA) – Prestasi akademik tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses panjang yang melibatkan bakat, ketekunan, dukungan lingkungan, serta pola pikir yang tepat. Hal inilah yang tercermin dari capaian siswa-siswi SMP–SMA Bina Mitra Wahana yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Sains Indonesia (POSI) di Pekanbaru.

Ajang ini menjadi bukti bahwa sekolah yang konsisten mengembangkan potensi siswa sesuai minat dan bakat mampu bersaing, bahkan dalam kompetisi dengan tingkat kesulitan tinggi.

POSI, Ajang Olimpiade dengan Tantangan Lebih Tinggi

Olimpiade Sains Indonesia (POSI) merupakan kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan POSI (Pusat Olimpiade Sains Indonesia). Berbeda dengan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berada di bawah naungan pemerintah, POSI dikelola oleh lembaga swasta dan dikenal memiliki karakter soal yang lebih menantang.

“Khusus POSI, tingkat kesulitan soalnya relatif lebih tinggi dibandingkan olimpiade lain. Untuk SD, soalnya setara SMP. Untuk SMP, setara SMA. Sementara untuk SMA, soalnya sudah mendekati level universitas,” ujar Febrina Olifia, S.Pd., Gr, Kepala Sekolah SMP–SMA Bina Mitra Wahana.

POSI yang diikuti oleh siswa Bina Mitra Wahana dilaksanakan di SMA Advent Pekanbaru pada 23 November, dengan pengumuman pemenang pada 23 Desember. Dalam ajang ini, siswa dari jenjang SMP dan SMA mewakili sekolah di berbagai bidang lomba.

Seleksi Talenta dan Pembinaan yang Terarah

Menurut Febrina, kunci utama keikutsertaan sekolah dalam olimpiade bukan semata-mata kuantitas peserta, melainkan kesiapan dan kompetensi siswa.

“Tidak bisa dipungkiri, untuk mengikuti olimpiade, sekolah harus memilih siswa yang memang memiliki bakat dan kompetensi di bidangnya. Bakat itu sudah ada pada anak. Tugas sekolah adalah memoles, mengarahkan, dan membimbing,” jelasnya.

Pembinaan dilakukan melalui latihan soal secara intensif dan terarah. Namun demikian, pihak sekolah tidak serta-merta mengirimkan peserta setiap tahun. Jika kesiapan siswa dinilai belum memadai, sekolah memilih untuk tidak berpartisipasi demi menghindari tekanan berlebih pada siswa.

“Tahun ini kami kembali mengikuti POSI setelah sempat vakum dan tidak ikut berpartisipasi. Dikarenakan, kami juga sangat mempertimbangkan kesiapan anak,” tambahnya.

Kurikulum Merdeka dan Pengembangan Minat Bakat

Pendekatan pembinaan di SMP–SMA Bina Mitra Wahana sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Sekolah tidak memaksakan seluruh siswa untuk unggul di bidang sains, melainkan mendorong setiap anak berkembang sesuai minat dan bakatnya.

“Anak-anak tidak semuanya unggul di sains. Ada yang berbakat di olahraga, seni, komunikasi, debat, atau diplomasi. Semua itu tetap kami arahkan dan bimbing,” ujar Febrina.

Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan iklim belajar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Growth Mindset, Fondasi Prestasi Jangka Panjang

Lebih dari sekadar capaian medali, pihak sekolah menekankan pentingnya perubahan pola pikir siswa. Penanaman growth mindset menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.

“Yang paling penting adalah mengubah mindset anak-anak dari fixed mindset ke growth mindset. Anak harus percaya bahwa mereka bisa berkembang, bisa belajar dari kesalahan, dan tidak mudah menyerah,” tegas Febrina.

Nilai inilah yang terus ditanamkan agar prestasi tidak berhenti pada satu ajang, tetapi menjadi bagian dari karakter siswa.

Suara Siswa: Disiplin dan Keberanian Memulai

Salah satu peraih prestasi, Felix Wilson, siswa kelas XII SMA Bina Mitra Wahana, yang meraih medali emas bidang Matematika, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada matematika tumbuh secara mandiri.

“Sebelum olimpiade, saya memang tertarik melihat konten matematika dan soal-soal olimpiade. Di waktu luang, saya cukup sering mengerjakan contoh soal, walaupun tanpa bimbingan langsung,” ujar Felix.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada tingkat kesulitan soal, tetapi juga pengelolaan waktu latihan dan pengerjaan soal yang relatif singkat saat lomba.

Felix pun memberikan pesan sederhana bagi pelajar lain. “Mulai saja berprestasi di bidang yang kamu minati. Jangan takut memulai. Walaupun belum langsung berhasil, kamu bisa belajar dari kesalahan dan terus meningkatkan kemampuan.”

Daftar Peraih Prestasi POSI SMP–SMA Bina Mitra Wahana

Prestasi yang diraih siswa-siswi Bina Mitra Wahana pada POSI antara lain:

  1. Matematika SMA – Felix Wilson, peringkat 2 (Medali Emas)
  2. Matematika SMA – Crissteven Kho, peringkat 15 (Medali Perunggu)
  3. Bahasa Inggris SMA – Maychelly, peringkat 7 (Medali Perak)
  4. Kimia SMA – Hendri Tandelon, peringkat 11 (Medali Perunggu)
  5. Bahasa Inggris SMP – Chyntia Angelin, peringkat 17 (Medali Perak)
  6. IPA SMP – Marvin Warren, peringkat 7 (Medali Perak)

Menuju Sekolah Unggul Berbasis Potensi

Capaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berfokus pada potensi, pembinaan berkelanjutan, dan penguatan karakter mampu melahirkan prestasi yang membanggakan. SMP–SMA Bina Mitra Wahana menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses mendidik siswa menjadi pembelajar tangguh dan percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *