Cabai Lagi “Nggak Ngerti Harga”? Pemprov Riau Gaspol Pasar Murah, 1 Ton Cabai Sleman Masuk Pekanbaru

Pekanbaru105 Dilihat

PEKANBARU, (BA) — Harga cabai yang sempat bikin warga Pekanbaru mengelus dada akhirnya mulai “jinak”. Pemerintah Provinsi Riau lewat BUMD PT Riau Pangan Bertuah (RPB) tancap gas melakukan intervensi: operasi pasar murah digelar di empat titik sekaligus pada Kamis (4/12/2025), plus mendatangkan pasokan alternatif 1 ton cabai dari Sleman, Yogyakarta.

Langkah cepat itu dilakukan setelah harga cabai di Pekanbaru sempat melonjak di kisaran Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram, dipicu tersendatnya suplai dari daerah pemasok utama seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh akibat banjir dan longsor.

Cabai Sleman 1 Ton Masuk, Harga di Pasar Ikut Turun

Direktur PT RPB Ade Putra Daulay menyebut, cabai hasil kerja sama dengan PT Petani Milenial Sleman langsung didistribusikan. Sebagian pasokan dialirkan ke pedagang di Pasar Cik Puan dengan harga ke pedagang maksimal Rp56.000/kg, lalu pedagang diberi ruang margin Rp8.000/kg. Dampaknya, harga yang sebelumnya berada di rentang Rp70.000–Rp80.000/kg turun menjadi sekitar Rp60.000–Rp64.000/kg.

“Alhamdulillah berdampak signifikan… karena langsung pedagangnya yang jual,” kata Ade, seperti dikutip dari laporan media setempat.

Empat Titik Digelar Bareng, Warga Serbu Cabai Rp56 Ribu

Tak hanya lewat pasar tradisional, distribusi juga diperluas lewat gerakan pangan murah dan operasi pasar murah di beberapa lokasi, termasuk area ritel dan titik layanan publik. Di lokasi operasi pasar murah, cabai dijual langsung ke masyarakat seharga Rp56.000/kg, dan disebut mendapat respons tinggi dari warga.

Arahan Plt Gubernur: Stabilkan Harga Jelang Nataru

Ade menjelaskan, intervensi ini merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal–Tahun Baru dan mengamankan pasokan hingga Januari 2026.

Bakal Rutin: 1 Ton Tiap Dua Hari, Biar Stok Aman Nggak Numplek

Strateginya bukan “sekali datang langsung selesai”. PT RPB merencanakan pasokan cabai dari Sleman masuk berkala, dengan skema 1 ton setiap dua hari agar suplai tetap ada tanpa memicu penumpukan barang.

Ade juga menekankan faktor timing distribusi, karena pola pengiriman dari sejumlah daerah biasanya melambat saat hari tertentu, yang sering memicu harga naik di pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *