Disdik Pekanbaru Bersama Intra Pariwara Gelar Workshop Transformasi Pembelajaran Digital Berbasis Koding dan AI

Pendidikan25 Dilihat

PEKANBARU, (BA) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran Digital melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) berbasis STEM bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.45 hingga 16.00 WIB tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Pekanbaru, Jalan Sultan Syarif Kasim 157 Rintis, Kecamatan Lima Puluh. Workshop ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Workshop secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan global, khususnya dalam penerapan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial.

“Seiring dengan arahan dan kebijakan pimpinan, salah satu muatan pembelajaran yang kini perlu kita sampaikan kepada peserta didik adalah coding dan kecerdasan buatan. Ini merupakan kemajuan pembelajaran di era kepemimpinan Bapak Presiden saat ini,” ujarnya.

Syafrian Tommy menjelaskan bahwa pemerintah telah memfasilitasi sekolah dengan berbagai sarana pendukung pembelajaran digital. Salah satu fasilitas yang telah disalurkan adalah perangkat televisi pembelajaran, di mana sebagian besar sekolah di Kota Pekanbaru telah menerima minimal satu unit, meskipun distribusinya belum sepenuhnya merata.

“Penyediaan sarana ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar selaras dengan tuntutan perkembangan global. Tantangan pendidikan saat ini tidak terlepas dari hadirnya kecerdasan buatan dan coding sebagai kompetensi abad ke-21,” tambahnya.

Menurutnya, perubahan dalam dunia pendidikan merupakan bagian dari dinamika global yang harus disikapi secara terbuka dan adaptif oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa berbagai hal yang dahulu belum terbayangkan kini telah menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.

“Inilah realitas perkembangan zaman yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Pendekatan STEM Dorong Pembelajaran Lebih Kontekstual

Kegiatan workshop dipandu oleh Muhammad Sonata Dena Sadewa selaku moderator. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai forum peningkatan kompetensi guru, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, berbagi pengalaman, dan pembelajaran yang interaktif serta menyenangkan.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa workshop ini berlandaskan pada pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai kerangka utama dalam mendorong transformasi pembelajaran digital di jenjang SMP.

Pendekatan STEM, menurut narasumber, tidak terbatas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, melainkan dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran lainnya. Hal ini sejalan dengan karakteristik pembelajaran IPA di tingkat SMP yang bersifat terpadu.

“Melalui pendekatan STEM, guru diharapkan mampu memahami keterkaitan antara sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan konteks mata pelajaran yang diampu, sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan kontekstual,” jelasnya.

Para peserta juga diajak untuk mengenali berbagai komponen STEM serta relevansinya dalam pengembangan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di sekolah. Untuk mendukung pemahaman, panitia menyediakan materi pembelajaran digital yang dapat diakses melalui pemindaian barcode yang telah disiapkan.

Melalui workshop ini, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berharap para guru SMP dapat mengimplementasikan pembelajaran koding dan AI secara efektif, kreatif, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *