PEKANBARU, (BA) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memanfaatkan momentum Safari Ramadan untuk menyampaikan laporan satu tahun masa kepemimpinannya. Paparan tersebut disampaikan saat kunjungan ke Masjid Al Jami’, Perumahan Rumbai Permai, Kecamatan Rumbai, Senin (23/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Agung menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pembenahan persoalan mendasar yang telah lama membebani daerah, terutama terkait kondisi keuangan.
“Tahun lalu, kami berhasil menuntaskan utang lebih dari Rp470 miliar. Ini menjadi pondasi awal untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah yang lebih baik pada depan,” kata Agung.
Menurutnya, penyelesaian kewajiban tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan anggaran yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Selain pembenahan fiskal, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga mencatat sejumlah kemajuan di berbagai sektor. Di antaranya peningkatan kesejahteraan guru, petugas kebersihan, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) termasuk PPPK paruh waktu, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Dalam penanganan banjir, Agung mengakui bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya teratasi. Namun, dari sejumlah titik rawan yang menjadi perhatian, sebanyak 20 titik telah berhasil ditangani. Ia menyebutkan, meskipun genangan masih terjadi saat curah hujan tinggi, kondisi saat ini menunjukkan air lebih cepat surut dibanding sebelumnya.
Berbagai capaian lain turut disampaikan, seperti peningkatan peringkat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dengan raihan juara II. Pendapatan asli daerah (PAD) juga mengalami kenaikan. Di sektor pendidikan, sebanyak 1.778 anak yang sebelumnya putus sekolah berhasil difasilitasi untuk kembali melanjutkan pendidikan.
Pemko juga melakukan langkah konkret dalam penanganan gizi buruk dan stunting, menghidupkan kembali budaya Melayu melalui kegiatan di Rumah Singgah Tuan Kadi, serta menyelenggarakan nikah massal dan khitan massal sebagai bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat.
Memasuki tahun 2026, Agung bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar menyatakan kesiapan menghadapi tantangan pembangunan yang lebih besar. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat agar seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bekerja maksimal demi kemajuan Kota Pekanbaru.

Agung menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun banyaknya proyek yang dijalankan, melainkan oleh kekompakan dan persatuan masyarakat.
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, memperkuat pendidikan baik di rumah maupun di sekolah, serta membayar pajak tepat waktu sebagai kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Pada kegiatan tersebut, Pemko Pekanbaru turut menyerahkan sejumlah bantuan untuk Masjid Al Jami’. Bantuan itu meliputi satu unit televisi 43 inci yang terhubung dengan program WiFi gratis tanpa batas kuota sebagai bagian dari program 1.000 titik WiFi gratis, bantuan pembangunan masjid sebesar Rp100 juta, bantuan pendidikan untuk siswa SD sebesar Rp850.000 per anak dan siswa SMP sebesar Rp1 juta per anak, serta bantuan tunai Rp10 juta dari Bank Riau dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan Rp170 juta kepada 17 masjid yang menjadi lokasi Safari Ramadan tahun ini, dengan masing-masing masjid menerima Rp10 juta.
Menutup sambutannya, Agung mengajak masyarakat untuk menghadiri open house pada Hari Raya Idulfitri mendatang sebagai sarana mempererat silaturahmi.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan Allah memberikan kelapangan rezeki bagi kita semua,” pungkasnya.













