Pekanbaru: BA – SPN. Iwan Irawan Permadi kembali hadirkan karya terbarunya “Menongkah Menyongsong Arus“. Karya ini ciptaan baru yang berangkat dari Gerak Tari Zapin Siak. “Sebuah karya harus digali dengan matang dari sumber lokal agar karya itu memiliki identitas yang kuat.” Ungkap Irawan Permadi, Penerima Manfaat Dana Indonesiana tahun 2026.
Irawan Permadi yang akrab disapa SPN Iwan Irawan Permadi merupakan Penerima Dana Abadi Kebudayaan Program Fasilitasi Dana Hibah Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif. Dalam hal ini Irawan Permadi menciptakan karya Kreatif Inovatif Menongkah Menyongsong Arus yang akan digelar pada 24 – 25 Juli 2026 di Gedung Pertunjukan Anjung Seni Idrus Tintin.

Menongkah Menyongsong Arus berpijak dari Filosofi Ragam – Ragam Tari Zapin Tradisioanl terdapat di Provinsi Riau, yang sikap kesemuanya menggambarkan tentang “sikap Hidup Orang Melayu”, seperti : Ragam Shut menggambarkan filosofi mendahulukan sikap adil dan sabar dengan keseimbangan, Ragam Siku Keluang menggambarkan filosofi kehidupan yang dinamis, Ragam Titi Batang menggambarkan filosofi merepresentasikan keteguhan hati dan ketrampilan dalam menghadapi segala cobaan dan Ragam Menongkah menggambarkan filosofi senantiasa sabar, tabah berjuang dan berikhtiar dalam menghadapi pasang surut kehidupan.

“Pergelaran Karya Tari Inovatif “Menongkah – Menyongsong Arus” memberi gambaran masyarakat Melayu Pesisir di
Riau pentingnya melawan arus dalam menghadapi tekanan hidup karena alam sekitar (lingkungannya) yang sudah rusak, mereka harus terus berjuang dengan sabar meskipun menghadapi segala rintangan. Menerjang setiap gelombang, menerjang badai untuk menapak hidupnya di masa depan.” Jelas Irawan Permadi saat diwawancarai.
Pergelaran karya Tari ini didukung oleh 12 orang penari (pria/wanita), pemilihan penari berdasarkan kekuatan penari untuk bereksplorasi serta mereka menguasai pengetahuan akan tarian zapin tradisional Riau. Komposer untuk karya tari ini dipilih yang memiliki pengetahuan musik – musik pesisir khususnya musik Zapin. Pergelaran karya tari ini juga akan didukung sebuah video visual gambaran alam Pesisir seperi sungai Siak untuk menambah kekuatan dari karya tari tersebut serta kekuatan Artistik.

Kegiatan Pergelaran Karya Tari Inovatif ini akan dilaksanakan secara (live) dengan durasi selama 50 menit di Gedung Teater Tertutup selama 2 malam, dan kehadiran penonton tanpa dipungut biaya alias gratis . Setiap malamnya selesai pergelaran akan dilaksanakan diskusi karya (dedah Karya), dan selanjutnya adanya perekanam video yang nantinya akan disiarkan melalui media sosial (instagram dan youtube) secara live dan postingan. Selain untuk kepentingan dokumentasi siaran secara live melalui kanal youtube untuk memberi kesempatan bagi masyarakat penikmat seni yang behalangan hadir untuk datang ke gedung pertunjukan dapat menyaksikannya melalui media online.
“Kita sediakan panggung untuk masyarakat yang menonton langsung dan kita sediakan juga live sesi di kanal youtube bagi masyarakat yang tidak berkesempatan membersamai pergelaran karya ini. Keduanya gratis tanpa pungutan biaya”. Tutup Irawan













